81. Malam Penuh Kelegaan Dan Kebahagiaan

1114 Words

Malam itu restoran bernuansa klasik di pusat kota terasa lebih hangat dari biasanya. Lampu-lampu temaram memantul di meja kayu panjang tempat Indira dan Arman duduk berhadapan dengan Pak Surya. Makan malam yang seharusnya sederhana berubah menjadi perbincangan yang berat, penuh muatan emosi dan tanggung jawab. Pak Surya meletakkan sendoknya perlahan, wajah pria paruh baya itu tampak lelah. “Rumah keluarga Akbar kondisinya cukup memprihatinkan, Indira,” ucapnya akhirnya. “Berantakan, banyak barang rusak. Yang tersisa cuma beberapa pembantu lama. Itu pun mereka bertahan sambil menunggu kejelasan. Gaji mereka sudah dua bulan tidak dibayar.” Indira terdiam. Tangannya yang semula memegang gelas air sedikit bergetar. Ia menunduk, membayangkan rumah besar yang dulu penuh tawa, kini kosong dan k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD