Sudah hampir satu bulan berlalu sejak Arman berangkat ke luar negeri menemani sang kakek berobat. Waktu seolah bergerak tanpa jeda bagi lelaki itu. Setiap hari ia bangun di pagi hari, menemani sang kakek menjalani terapi, mendengar konsultasi dokter, mengurus jadwal, dan memastikan semuanya berjalan lancar. Di sela-sela itu, kakeknya juga meminta Arman mendengarkan pembahasan mengenai bisnis yang tersebar di beberapa negara. Karena bagi sang kakek hanya Arman yang bisa ia percaya menjalankan semua bisnis yang telah beliau jalani selama ini. Kesibukan itu bukan saja menyita waktu, tetapi juga pikiran. Arman duduk di ruang keluarga, rumah milik kakeknya yang selama masa pengobatan menjadi tempat tinggal mereka. Kakeknya sedang beristirahat di kamar, dan Arman akan kembali disibukkan dengan

