24. Keputusan Indira

1035 Words

Indira duduk lama di ruang tengah rumah sederhana yang kini ia tempati bersama Bik Ningsih. Udara sore terasa sedikit lembab, suara kipas angin tua yang dipasang tinggi di dinding mengeluarkan bunyi berderit pelan, membuat suasana semakin terasa menekan. Tatapan Indira kosong, memandangi satu titik yang entah apa. Pikirannya berkeliaran, penuh sesak oleh informasi yang baru saja ia dapatkan dari Zakia melalui telepon siang tadi. Zaskia menceritakan segalanya. Tentang kondisi perusahaan milik almarhum ayahnya—Akbar Group—yang tampak begitu megah di luar, tetapi rapuh di bagian dalam. Tentang ibu tirinya yang kini menguasai seluruh aset dan kendali perusahaan. Tentang kecurigaan besar para karyawan mengenai hubungan gelap Malinda dengan Adrian. Semakin Indira mengingat itu, semakin hatinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD