Siang ini, Indira memandangi layar ponselnya cukup lama sebelum akhirnya menekan aplikasi pemesanan taksi online. Udara panas menyengat dari luar jendela kantor, namun tangan Indira justru terasa dingin. Ia menelan ludah, berusaha menenangkan dirinya sambil menunggu konfirmasi driver. “Astaga, kenapa aku deg-degan begini,” gumamnya. Bertemu dengan pengacara keluarga adalah salah satu usahanya untuk kembali menuntut haknya. Sungguh, Indira tidak akan rela jika harta peninggalan ayahnya disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak semestinya. Beruntung sekali semesta mendukungnya karena tanpa sengaja dia justru dipertemukan kembali dengan Pak Surya. Taksi sudah menunggu. Indira menarik napas panjang lalu melangkah keluar gedung Wijaya Karya. ••• Dalam perjalanan, ponselnya berdering. Nam

