104 | Detak Jantung

2011 Words

"Apa? Di rumah sakit?!" Bu Santi langsung pontang-panting menuju kamar utama—kamar Rea, mengambil tas siaga untuk dibawa ke rumah sakit. Isinya adalah keperluan lahiran—ya, semacam bagu ganti hingga kain samping, sudah disiapkan dari jauh-jauh hari olehnya dengan sang putri. Sejak Rea mendapatkan tanggal HPL dari dokter kandungan. "Mobilnya udah siap, Bu." "Makasih, Mbok." Sembari menutup pintu kamar Rea. Mbok Nah hanya menyampaikan. Hendak mengambil alih tas jinjing yang Bu Santi bawa, tetapi ditolak. Tidak apa-apa katanya. Begitu bertemu pak sopir—kali ini bukan Pak Lili karena beliaulah yang mengantar Rea dan Jaya ke acara tujuh bulanan Zephyra—tas itu langsung berganti tangan, pak sopir yang bawa, memasukkannya ke bagasi. Bu Santi berharap-harap cemas. Ingin menelepon Jaya lagi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD