105 | Tak Ada Waktu untuk Baper

2028 Words

Bagaimana ini? Jaya akan menggendong sesosok bayi merah yang baru keluar dari rahim Rea. Dengan lengan alotnya, Jaya harap tidak membuat sang putri merasa sakit. Kala bayi mungil itu diserahkan padanya, Jaya sedikit gugup. Serasa bukan dirinya sekali. Ke mana perginya ketenangan itu? Bahkan kini Jaya dihinggapi rasa tak percaya diri. Bukan berjenis malu, hanya jenis ketidak-percayaan-diri apakah dia bisa menggendong bayinya dengan benar atau tidak. Oh! Si kecil menggeliat. Rea malah tertawa. Sebuah tawa lemah karena kondisinya belum pulih benar. Ini saat Jaya harus mengazani. Dipandanginya dulu bayi itu. Kulitnya terlihat masih sangat tipis, tubuhnya juga terasa masih begitu rapuh, khawatir sekali Jaya melukai sang putri. Jaya dekatkan bibir ke telinga si kecil. Sebentar. "Azan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD