"Seneng punya mami baru?" Julian baru saja duduk saat itu. Membaur di perkumpulan keluarga besar. Dia datang terlambat, tetapi harusnya masih aman karena yang penting masih di hari yang sama dengan jadwal pertemuan. Ditanya oleh sang tante, Julian menjawab, "Senenglah, Tan. Akhirnya papi punya temen hidup." Nada bicara Julian semringah pol. Pure bahagia tanpa sandiwara. "Nggak kecewa karena nggak bisa bertahan atau kembali sama mami kamu?" Julian meminta dibuatkan jus mangga kepada ART saat itu, sebelum menyahuti, "Nggak. Mami udah bahagia dan papi bener-bener nunggu sampe mami bahagia duluan." Sang tante manggut-manggut. "Sudahlah, Van." Betul, Tante Vannya. Seingat Julian, tantenya yang ini pernah kena tipu laki-laki. Yang mengaku dari kalangan berada, ternyata cuma sopir pribad

