113 | Wanita Ber-value

2032 Words

Masih di hari itu yang tak bisa dilupakan. Hari Rea diperkenalkan ke keluarga besar Jaya. Di luar, Julian baru saja datang. Dia sendiri, Hyra tidak bisa ikut. Memasuki rumah, auranya agak 'lain'. Julian jadi yang paling ceria, cerah, dan semringah sendirian. "Ada apa ini? Papi mana? Mami Rea?" Yang dia sebut ada di sini, di dalam kamar utama. Jaya langsung meraih putrinya dari gendongan Rea, pintu kamar telah ditutup rapat. Jaya gendong Aylin dengan posisi bayi itu tegak lurus dan kepalanya dekat dengan bahu Jaya, macam sedang nemplok. Tak bisa Rea pahami tentang apa yang terjadi, tangis Aylin kini mereda. Hanya dengan digendong oleh papinya. Hell ... bahkan sumber ASI pun ditolak Aylin tadi. Jaya menatap sang istri. "Wajahmu sembap." Bukan cuma sembap, tetapi masih ada air mata y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD