Extra Part 31: Pasar Malam

1510 Words

Malam di Banyuliang ternyata jadi momen yang Rea rindukan. Alhasil setelah makan malam bersama, kini Rea mangkal di teras. Tentu saja ditemani Jayakarsa Atmaja. Lelaki yang konsisten mempertahankan cambangnya itu meletakkan secangkir teh jahe di meja. Kata Jaya, "Dibikinin ibu." Dan pastinya disuruh bawa ke Rea, buat teman duduk di teras. Rea senyum. Jaya menyeruput teh jahe miliknya. Kalau boleh jujur, sebetulnya Rea kurang suka—karena ada jahenya. Tapi ibu tidak menggubris itu. "Selalu dingin, ya, di sini?" seloroh papi Julian. "Mas bandingin sama Jakarta?" timpal Rea, dia pererat cardigan rajutnya di badan. Memang dingin, sih. Jaya juga memakai jaket dan sarung, by the way. Entah kenapa di sini kalau malam, suami Rea itu jadi ngikut style Aryo—sarungan every night. "Iya, Jakarta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD