BAB 61-2

600 Words

“Saya merasa baik-baik saja, tapi ternyata nggak.” dr. April menarik napas dalam, tatapannya tetap tertuju padaku. “Berat,” jawab beliau. Lidahku kelu. “Berat banget,” ulang beliau. “Dia juga kehilangan, Yal.” Ya, pasti begitu. “Bedanya…” lanjut dr. April, “Amanda nggak setertutup kamu ke orang-orang terdekatnya.” Beliau menghitung dengan jemari. “Dia cerita ke orangtuanya. Ke kakaknya. Ke sahabat-sahabatnya.” Lalu beliau menunjuk dirinya sendiri. “Ke saya juga.” Benar... kami berbeda. Aku bahkan tak tahu bagaimana caranya mulai membicarakan luka ini. “Ada fase… sakit sekali,” ujar dr. April lagi, suaranya semakin melembut. “Fase Amanda bertahan dengan cara yang nggak sehat. Memaksa kelihatan kuat. Berpura-pura baik-baik aja.” Dadaku seolah terhimpit. Mungkin... karena Amanda ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD