BAB 62-2

665 Words

Deg! Rasanya aneh mendengar semua masalahku dibedah dengan begitu tenang. “Om lihat carousel itu?” tanyaku. Beliau mengangguk. “Makanya saya sebel.” Papi mendecak pelan. “Itu juga yang bikin berita-berita makin ke mana-mana.” “Karena buat pembaca awam, narasi seperti itu gampang dicerna. Ringkas. Emosional. Ada villain, ada korban, ada motif,” sambung Om Andra. “Dan bagi kantor berita, itu berarti kontennya akan viral. Mereka akan dapat banyak sponsor. Cuan!” Dan villain-nya urang. “Jadi, jelasnya Humain News mau ngapain, Appa?” tanya Amanda. Om Andra menatap keponakannya. “Merapikan ulang cerita. Pakai fakta. Pakai konteks. Pakai bahasa yang bisa dicerna publik, tapi nggak murahan.” Aku menancapkan sendokku ke es krim, menghancurkan tampilan makanan penutup itu tanpa estetika. “K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD