BAB 62-1

705 Words

“Dasar bocah!” ujar Papi seraya menepuk lenganku. “Duduk.” Aku masih memelototi pria itu. Sementara ia seperti tak terpengaruh, ekspresinya tetap datar. “Appa kok bareng Papi?” tanya Amanda. Apa? Namanya Apa? Ia bergerak. Aku membaca gelagat jika pria asing ini ingin duduk di samping Amanda. Dengan manuver cepat, aku pindah ke sebelah Amanda, lalu melirik tajam padanya. ‘Plak!’ Amanda menggebukku pelan. Aku mendengus keras. Siapa coba yang tidak kesal melihat pacar sendiri tukaran hati dengan cowok lain? Amanda malah mencubit kencang pipiku hingga aku merintih. “Nda!” rajukku. “Itu Appa! Akang tau nggak artinya Appa?” “Apa sih apa dong?” Pria itu mendengus. Papi tertawa hingga batuk. “Iiih!” Amanda kesal. “Kenalan dulu makanya.” “Embunglah!” Aku menolak. Flirting tidak a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD