Aku gegas mengangakat panggilan video itu. “Assalamu’alaikum, Akang,” sapaku lebih dulu sambil memasang earbuds. “Wa’alaikumussalam,” sahutnya dengan suara khas bangun tidur. “Ternyata bener tebakan Nda.” Ia tersenyum. “Pasien pagi selesai jam dua belas kurang tadi, Nda. Niatnya Akang mau merem sebentar. Eh malah bablas sejam.” “Alhamdulillah,” tanggapku. “Akang sudah makan?” “Belum, sayang,” jawabnya. “Nda lagi di mana?” “Makan nasi Bali. Akang mau? Nanti Nda antar.” Ia menggeleng. Senyumnya benar-benar mengalihkan duniaku. “Jam satu Akang sudah praktik lagi,” jelasnya. “Kalau Nda kirim pun, dimakannya pasti nanti sore. Akang makan bekal aja.” “Pulang kerja, Akang mau ngapain?” “Nggak ada rencana apa-apa. Kenapa?” “Makan malem bareng mau nggak?” “Mau dong,” jawabnya spontan.

