BAB 77-3

627 Words

“Jangan lari kau Risa!” Risa menoleh. “Siapa yang lari? Itu ada batu gede—” ‘Byur!’ Risa tersandung batu lainnya. Belum selesai keterkejutan kami.... “EH!” Boot kanan Risa lepas. Kami tak bergerak. Hanya mata yang mengikuti ke mana benda cokelat itu mengapung. Satu detik. Dua detik. Tiga— “SEPATU GUEEEE!” Risa menjerit. Boots itu hanyut. Muter-muter. Lalu terbawa arus. “Astaga!” Fira menutup mulut. Alya lompat-lompat. Cantika masih merekam sambil mengerjap. Amanda ngakak tanpa suara. Nino menatapku, bukan mendengus, tapi melongo. “Anjir… manjur bener doanya Syekh Mehdi.” Aku mengatupkan bibir. Mehdi refleks mengejar. Ia melompat. Nyaris dapat. Tangannya nyaris menyentuh. Namun... sepatu itu bergerak lebih cepat. “WOI!” pekik Mehdi. Sepatu itu tak mengindahkannya, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD