BAB 79-1

707 Words

“Lega, Yal?” Aku menoleh ke jok tengah. dr. Irgi dan dr. April duduk di sana. Yang barusan bertanya adalah psikiaterku. Mobil baru saja keluar dari area parkir pengadilan. Aku mengembuskan napas panjang. “Lumayan, Dok.” dr. Irgi tersenyum. Ia memalingkan tatapannya ke wajahku dari suasana jalanan. “Lumayan itu artinya lega?” “Bukan bener-bener lega sih, Dok,” jawabku. “Tapi nggak segelisah sebelumnya.” “At least bisa napas dengan benar,” timpal dr. April. Aku menoleh lebih jauh ke beliau. “Iya, Dok.” dr. April tersenyum. “Good.” Hening menjeda. Aku duduk lurus kembali, menyandarkan kepalaku. Sejenak kulirik sopir beliau berdua di sampingku. Tak ada yang aneh, semua normal. “Tidur kamu sudah gimana, Yal?” tanya dr. April lagi. “Masih jelek, Dok.” Aku mengaku jujur. “Berapa jam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD