BAB 08-2

739 Words

Kami berjalan ke warung kecil di ujung area parkir. Warungnya sederhana dengan dinding papan, meja kayu panjang, dan etalase kaca yang berisi mie instan, telur, kerupuk, serta beberapa makanan dan minuman ringan. Seorang ibu paruh baya yang duduk di belakang meja menyambut kami dengan senyum ramah. “Es kelapanya dua, Bu,” pintaku. “Pakai gula merah atau gula putih, Dok?” tanyanya. Aku menoleh ke Amanda. “Yang enak yang mana?” tanya Amanda balik. “Dua-duanya enak,” jawab si ibu. Amanda terkekeh. “Kalau begitu campur saja, Bu.” Ibu itu tersenyum lalu mulai memotong kelapa muda dengan cekatan. Aku menarik kursi kayu panjang, duduk berhadapan dengan Amanda. Beberapa menit kemudian dua gelas besar es kelapa sudah mendarat di meja kami. Amanda langsung menyeruput minumannya. “Ya Allah…

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD