BAB 08-3

701 Words

“Nda nggak tau boleh atau justru salah nyampein ini. Tapi, Nda nggak pernah nyalahin Akang,” tuturnya lirih. Aku terdiam. Amanda pun mengambil jeda. “Nda...” lirihku, “nggak perlu—“ “Nggak perlu ngebesarin hati Akang? Nggak perlu bilang Akang nggak salah?” Ia menghela napas panjang. “Memang nyatanya Nda nggak pernah kepikiran nyalahin Akang. Yang pergi malam itu nggak cuma Yupi, Kang.” Aku tahu itu. Tapi tetap saja.... “Nda tau Akang merasa bersalah,” lanjutnya. “Semua orang juga tau.” Jemari tanganku saling bertaut. Tatapanku menunduk ke piring kosong di depan Amanda. “Tapi Yupi paling nggak suka lihat orang yang dia sayang sedih,” lanjut Amanda. Dadaku seperti dihantam. “Kalau dia lihat Akang sekarang… dia pasti sedih, pasti marah,” ujarnya lagi. Aku terkekeh. “Apalagi kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD