BAB 72

1232 Words

“Tong ngawur maneh!” sentakku. Juno menatapku, jelas ia masih kalut. “Maneh manggil urang karena mau bilang itu kan? Urang nu bunuh Yupi! Urang, Yal!” Kakiku terulur, menendang kursinya. Ia nyaris saja terjerembab, meski akhirnya bisa menahan kestabilan. “Di gugatan pertama, kami menang.” Aku kembali membuka cerita. “Tapi, hukuman yang pihak Yudhis dapat nggak sesuai harapan kami.” Aku meraih ponselku, membuka surat putusan pengadilan yang dikirimkan ke kami kala itu. “Maneh baca.” Hening sejenak. Juno menunduk membaca. Aku menarik napas panjang. Berusaha merapikan isi kepala yang sejak tadi saling bertabrakan. “Awalnya,” sambungku, “sopir itu bilang kalau kecelakaan murni terjadi karena ngantuk. Mikrosleep.” Juno menatapku. Rahangnya mengetat. “Katanya dia habis nyetir jauh. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD