BAB 73

1271 Words

Malam semakin larut. Jam dinding di ruang makan menunjukkan hampir pukul satu dini hari. Namun aku dan Juno masih duduk di tempat masing-masing. Tak lagi saling bicara. Tak lagi berdebat. Tak lagi menangis. Seolah semua emosi malam ini sudah habis terkuras. Aku menatap kosong ke meja. Sementara Juno menunduk, menatap kosong ke layar ponselnya yang gelap. Hingga… layar itu menyala, berdering. Tatapanku beralih ke wajahnya. Nama yang muncul di sana membuat rahang Juno mengetat. Ia tak mengangkat panggilan itu. Sang penelpon pun tak gentar menghubungi. Dan akhirnya rasa penasaran membuatku berdiri, memastikan sendiri. Erin Calling… Aku menoleh ke pemilik ponsel. Juno mendongak menatapku. Lalu dering itu mati. Berselang detik, layarnya menyala lagi. Kali ini pesan yang masuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD