BAB 50-2

736 Words

“Belum sih, Pi,” jawabku. “Cuma, Amanda kalau lagi suntuk atau bingung banget, suka nyendiri. Saya chat atau telpon biasanya nggak direspon.” “Suntuk sama kamu?” Aku terkekeh. “Mungkin, Pi.” “Terus, kamu diam aja?” tanya Om Dirga. “Mmm... nggak juga sih, Om. Kalau Nda sudah nggak respon, artinya kan dia lagi butuh waktu sendiri dulu. Mungkin kalau dipaksa bisa malah marah-marah membabi-buta. Jadi, ya saya kasih waktu dulu, Om.” Amanda menatapku lagi. Kali ini… terasa dalam. “Bukan better kabur?” sambar Om Borne. “Itu mah lo, Ne,” timpal Om Dirga. “Aib sendiri jangan dibukalah.” Aku terkekeh. “Belum sempat kabur, Om,” jawabku kemudian. Tawa pecah. Amanda memberengut manja. Suasana pun mulai mencair. “Kata Bang Irgi, Senin depan mulai gabung di RSPI?” tanya Om Dirga lagi. Aku me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD