“Ada apaan?” tanya Papi begitu aku kembali duduk di balik kemudi. “Nggak ada apa-apa, Pi,” jawabku. “Berantem sama Amanda?” Aku mengerjap. “Nggak, Pi.” “Terus?” “Mmm...” otakku berpikir keras, mencari jawaban yang kira-kira tak akan membuat Papi khawatir. “...kepingin nemenin Nda kuliah, Pi.” “Malah mau nyari masalah!” Aku terkekeh. “Kita ke perpus mana?” tanya Om Dirga. “Om dan Papi maunya ke mana? Saya sudah save di laptop yang mau dibaca. Tadinya mau ke perpus RIK buat lihat-lihat aja, siapa tau ada yang menarik,” jelasku. “Ayo!” tanggap beliau. “Siapa tau ada penelitian terbaru tentang hyperthymesia.” “Hyperthymesia, Om?” Om Dirga mengangguk. Dan aku masih bingung mengapa beliau mencari tahu tentang itu. Mungkin... ekspresi linglung itu tertangkap jelas. “Dirga hyperthym

