BAB 53-1

704 Words

Aku duduk di salah satu meja panjang dekat jendela. Laptop terbuka di depanku. Beberapa file PDF tentang bedah mulut dan kasus-kasus trauma dentofasial sudah tersimpan rapi sejak dari rumah. Tadinya aku benar-benar berniat membaca. Serius. Minimal dua paper sebelum nanti balik menjemput Amanda. Masalahnya… aku tak datang sendirian ke perpustakaan ini. Di meja yang sama, persis berhadapan denganku, Om Dirga duduk sambil membaca sebuah buku tentang kasus-kasus unik di bidang neurologi. Dan satu kejutan lagi, aku baru tahu jika beliau disleksia. “Aneh ya, Yal?” tanya beliau tanpa menatapku. Melihat seseorang menggunakan text-to-speech pen yang tersambung ke earbuds kali pertama dalam hidupku tentu saja... membuatku kagum. “Keren, Om. Bukan aneh,” tanggapku. “Dia bisa baca, tapi lama. Gu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD