“Rajin amat,” sahut Amanda. “Daripada gabut di rumah, yang ada diomelin Mama mulu,” jawabku. “Akang usil sih sama Mama.” “Kalau ada Nda, aku nggak usil sama Mama.” Amanda tergelak. “Modus!” “Lagian waktu nggak kerasa di rumah sakit. Kalau nunggu habis praktek baru nonton video-video tindakan atau baca-baca catatan kasus, yang ada aku harus rebutan kasur sama anak-anak residen,” jelasku lagi. “Padahal Akang belum ambil spesialis lho, tapi udah belajar mulu.” “Biar nanti pas ambil spesialis nggak planga-plongo banget, Nda. Curi start mumpung bisa.” “Iya deh.” “Nda masih jauh?” tanyaku lagi. “Mmm... paling sepuluh menit lagi sampai kampus.” “Oke.” “Akang berarti hari ini praktek dari jam satu siang?” “Iya. Sampai magrib.” “Lama ya.” “Kan scaling gigi aja nggak mungkin lima bel

