BAB 55-2

808 Words

Bagianku selesai. Aku melangkah keluar dari IGD, menghela napas yang terasa berat. Lelah. Tapi bukan secara fisik, melainkan karena desakan trauma yang kutekan sejak tadi. Melihat korban kecelakaan saja tak mudah bagiku, apalagi menanganinya langsung. ‘Ya hadapi. Ketakutan nggak akan pernah hilang kalau kita menghindar, nak.’ Ucapan Mama menggema di kepalaku. Aku melangkah pelan, menyusuri koridor, sambil menggumamkan apresiasi untuk diriku sendiri. “Dok! Dok Arial?” Langkahku terhenti. Aku menoleh. Beberapa orang datang mendekat. Mereka tak terlihat seperti keluarga pasien, bukan pula staf rumah sakit yang kukenali. Dan mereka membawa... kamera dan recorder. Wartawan. Aku menegang. “Benar Dokter Gigi Arial kan ya?” tanya salah satunya, namun matanya tertuju ke nama di jasku. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD