BAB 103

2175 Words

“Kenapa sih sidangnya harus Senin terus,” sambat Amanda di layar ponselku. “Mana kuliah Nda sampai sore banget.” Aku tersenyum. “Bukannya tiap hari sampai sore?” Amanda mengangguk. “Iya sih. Salah Nda emang ngambil 25 SKS semester ini.” “Nggak apa-apa, kan enak nanti tingkat akhir tinggal fokus skripsi atau nambah mata kuliah pilihan.” “Akang nggak kangen sama Nda?” “Kangen dong!” sahutku. “Baru keluar dari rumah Nda aja udah kepingin balik lagi buka tenda.” Akhirnya ia terkekeh. “Akang yang kuat ya,” ujarnya kemudian. “Banyak yang sayang sama Akang. Nggak akan ngebiarin Akang ngadepin ini semua sendiri.” “Hmm. Insya Allah, Nda.” “Ya sudah, Nda mau belajar lagi dulu ya, Akang. Pagi ini Nda ada moot court. Takutnya tim Nda yang duluan simulasi.” “Oke, sayang. Nda pasti keren!” “Aa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD