BAB 104

2459 Words

Pintu samping ruang sidang terbuka. Dan seorang pria paruh baya berkacamata melangkah masuk... menuju kursi saksi. Ia begitu tenang. Tak ada sedikit pun pertanda gugup. Padahal sejak beliau masuk, hampir seluruh ruangan memperhatikannya. Kemeja putihnya rapi. Jas abu gelap tergantung sempurna di tubuhnya. Tangannya menggenggam map tebal dan beberapa dokumen tambahan yang penuh catatan kecil warna-warni. Hakim mempersilakan beliau duduk. “Silakan perkenalkan diri saudara,” ujar Jaksa. Pria itu mengangguk sopan. “Nama saya Dr. Haryo Prasetya, Yang Mulia. Saya dosen dan peneliti di bidang keselamatan transportasi serta fatigue management untuk kendaraan komersial.” Suaranya berat, namun fokus, membuat semua mata dan telinga hanya tertuju ke sosok dan ucapannya. Rasanya seperti meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD