BAB 93

1297 Words

“Ada yang nyerang Amanda.” Kalimat itu terus berdengung di kepalaku. Aku bahkan tak ingat bagaimana caranya keluar dari ruang legal. Yang kuingat hanya... lari secepat mungkin. Jangan terlambat lagi! Jangan, ya Allah. Dadaku sesak, namun aku tak mampu menghentikan laju. Tangga darurat aku turuni hingga nyaris berguling beberapa kali. Cepat. Lebih cepat. Sepatu sneakersku menghantam anak tangga bertubi-tubi sampai gema langkahku memantul di dinding beton sempit itu. Lantai empat. Tiga. Dua. Satu. Rasanya semakin sesak. Bukan karena lelah. Tapi takut. Sangat takut. Tanganku gemetar saat mendorong pintu menuju koridor IGD. Aku langsung menyapu keadaan sekitar. Dan di sanalah dia. Amanda. Berdiri di depan Nurse Station IGD dengan wajah pucat. Ia menatapku. Bibirnya berge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD