“Dok?” tegur Suster Hafa. “Ya?” sahutku. “Dokter nggak apa-apa?” Aku tersenyum lebar. Beberapa perawat di balik Nurse Station otomatis membalas senyumku. “Alhamdulillah nggak apa-apa,” jawabku. “Soalnya lesu banget kayaknya, Dok,” ujar Aylin—perawat lainnya. “Kekenyangan mungkin,” jawabku asal. “Kelaperan galak, kekenyangan ngantuk.” “Bener juga.” Aku melirik jam di pergelangan tanganku, tersisa tujuh menit ke jam 14:00. Suasana sungguh berbeda dengan bangsal tadi. Di depan poli, orang-orang berlalu-lalang, ramai. Sementara di sini, kursi tunggu penuh terisi. Entah apakah pasienku atau pasien drg. Elodie, salah satu Spesialis Ortodonti andalan kami. Rutinitas kembali berjalan. Tak ada yang berubah. Mood-ku pun harusnya begitu. “Saya wudhu sebentar ya, Sus?” ujarku ke Suster Ha

