⚠️Keresahan Seorang Istri Ketua Klan ⚠️

1682 Words

Matteo masih berdiri mematung di sisi ranjang, menatap tubuh Reina yang semula begitu pucat. Ketika jemari wanita itu bergerak samar, seakan mencoba menggeliat, napas Matteo langsung tercekat. Ia berbalik cepat pada dokter. “Lihat. Dia bergerak, kan. Itu tanda, kan.” suaranya pecah, nyaris berteriak. Dokter yang segera memeriksa dengan senter kecil dan stetoskop menunduk serius. “Ada respon,” katanya akhirnya, nada suaranya hati-hati tapi jelas. “Ini positif. Denyut jantung mulai stabil, walau masih lemah. Tapi tubuhnya memberi sinyal melawan.” Matteo menutup mata sejenak, lalu membukanya dengan air yang memantul di pelupuk. Tubuhnya masih gemetar, tapi kali ini bukan hanya karena panik, melainkan karena secercah harapan itu nyata. Tangannya yang tadi menggenggam jemari Reina lebih erat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD