⚠️Paniknya Sang Raja Neraka⚠️

1614 Words

Hari itu mansion De Luca terasa lebih sunyi dari biasanya. Alvaro baru saja pulang, tubuhnya masih tegang usai mengurus urusan bisnis gelap. Namun langkahnya membeku begitu pintu kamar Arielle terbuka. Di dalam, Arielle terbaring lemah di ranjang. Wajahnya pucat, bibirnya memucat, napasnya berat. Alvaro segera menghampiri, duduk di sisi ranjang, dan meraih jemarinya. Jemari Arielle dingin, membuat dadanya diremas rasa takut. “Arielle.” Suara Alvaro bergetar meski ia berusaha tetap tegas. Arielle tersenyum tipis. “Al, kau sudah makan?” “Tidak penting aku makan atau tidak. Kau kenapa begini? Tubuhmu panas sekali.” Arielle masih bisa bicara dengan nada tenang meski tubuhnya lemah. “Ambilkan termometer di kotak obat. Aku ingin pastikan dulu.” Alvaro segera mengambil termometer, lalu memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD