⚠️ Darahnya Tetap De Luca ⚠️

1715 Words

Leon sudah beberapa kali masuk ke kamar hanya untuk memastikan keadaan Arielle. Bocah itu biasanya cerewet, penuh komentar, tapi malam itu wajahnya pucat dan lebih banyak diam. Setiap kali matanya jatuh pada Arielle yang terlelap dengan keringat dingin di dahinya, sorotnya selalu sama, penuh ketakutan. Arielle memang bukan ibu kandungnya, tapi sejak wanita itu masuk ke kehidupannya, Leon menempel seolah ia sudah menemukan sosok ibu yang lama dirindukan. Alvaro memperhatikan dari kursinya di dekat ranjang. Tangannya tak pernah lepas dari jemari Arielle, sementara matanya tajam mengawasi tiap gerak-gerik Leon. Ketika Arielle akhirnya benar-benar terlelap, Leon berdiri di sisi ranjang. Tubuh mungilnya bergetar, matanya basah. Ia menggigit bibir bawah, menahan sesuatu yang nyaris pecah. Tapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD