"Reuni?" tanya Arsya, nadanya meninggi dan sedikit kaget. Alisnya terangkat sebelah, wajahnya muncul jelas di layar ponsel meski sinyal bandara kadang membuat gambarnya membeku sepersekian detik. "Sudah ada yang jadi orang rupanya sampai mau ngajak reuni? Belum ada tiga tahun loh kita lulus. Aku yang kuliah paling cepat aja belum wisuda, masih setengah tahun lagi." Di layar lain, Tanti sebagai pemberi informasi memutar bola matanya pelan. Rambutnya yang masih agak basah sehabis keramas dijepit seadanya. "Anak IPA sebelah yang ngomong," jawabnya santai, seolah berita itu bukan sesuatu yang besar. "Sebelah mana? Sebelah sananya lagi kali," sahut Arman cepat. Nada suaranya terdengar tidak terima. "Di kelas ku nggak ada pengumuman atau pembahasan apa pun soal reuni. Grup pun sepi - sepi aja.

