POV Valen Kampus hari ini terasa lebih luas dari biasanya. Atau mungkin hanya karena ada satu ruang yang kosong, lalu kekosongan itu menjalar ke mana-mana. Langkah kakiku tetap menyusuri jalur yang sama, melewati koridor fakultas, tangga yang sudah hafal bunyi sepatuku, hingga bangku panjang dekat taman kecil yang dulu sering kami duduki. Semuanya sama. Yang tidak ada hanya Dede. Biasanya, di jam seperti ini, dia sudah muncul dengan tas selempangnya atau tas ransel favoritnya yang selalu terlalu penuh. Wajahnya kadang cemberut karena kurang tidur, kadang cerah karena hal - hal kecil yang tidak pernah gagal membuatnya senang. Hari ini bangku Bangku panjang itu kosong. Tidak ada suara langkah terburu - buru. Tidak ada sapaan kecil yang pura - pura santai tapi selalu dia ulang dua kali. A

