Sopir Baru?

2122 Words

Pukul satu kurang sepuluh waktu Medan. Arsya berdiri di depan jendela apartemennya di Manchester, ponsel digenggamnya di tangan kanan, sementara tangan kiri sibuk mengusap - usap rambutnya sendiri yang sebenarnya tidak berantakan sama sekali, justru gerakan ini yang membuatnya jadi agak berantakan. Ia sudah membaca ulang pesan dari Tanti lebih dari lima kali. Bahkan sempat menyalinnya ke catatan, lalu menghapus lagi karena terlihat terlalu dibuat - buat. Ia menarik napas panjang dan menghembusnya kasar. "Oke, Arsya Mahendra. Santai aja, kau cuma nelpon sahabatmu sendiri, bukan nelpon bininya Prince William si kate Middleton itu," gumamnya. Namun begitu layar ponsel menampilkan nama Dede, jantungnya langsung berdegup lebih cepat dari yang seharusnya. Jemarinya sempat menggantung di uda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD