Ajakan Makan Malam

2112 Words

Malam mulai turun di kota Medan ketika mobil Arsya memasuki halaman rumah Tanti. Jam di dashboard menunjukkan sedikit lewat pukul tujuh malam. Lampu - lampu teras rumah sudah menyala, menerangi halaman yang rapi dan jalan setapak menuju pintu utama. Arsya memarkir mobilnya dengan perlahan. Dari dalam rumah terdengar samar suara percakapan dan sesekali tawa. Rupanya suasana makan malam sedang berlangsung. Ia turun dari mobil, merapikan kemejanya sebentar, lalu berjalan menuju pintu. Belum sempat ia mengetuk, pintu sudah dibuka oleh pembantu rumah tangga yang sejak tadi mondar - mandir menyiapkan meja makan. "Mas Arsya sudah datang," kata ART itu sambil tersenyum. "Iya, Kak," jawab Arsya ramah. Begitu masuk ke ruang makan, Arsya langsung melihat mereka semua sudah duduk di meja makan. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD