Siang itu suasana di rumah aki Owie terasa hangat dan hidup. Sebagian keluarga besar hadir di rumah ini untuk makan siang sama-sama, tidak ada agenda lain. Lauk-pauk makan siang tertata rapi di atas meja, ada sayur bening, ayam goreng, ikan bakar, sop buntut, sambal, dan sepiring besar lalapan segar, hanya menu rumahan biasa tapi banyak rupa, dan sudah pasti enak-enak semua. Selain itu juga ada puding, buah-buah segar dan teko berisi air dingin juga jus buah. Tidak berlebihan, tapi terasa lengkap dan mengundang selera. Arman, Arsya, Dede, dan Tanti sudah duduk lebih dulu di bagian tengah meja panjang. Piring mereka sudah terisi setengah, tanda makan siang sudah dimulai sejak beberapa menit lalu. Suara sendok beradu dengan piring terdengar sesekali, bercampur dengan obrolan ringan yang me

