Pulang Ke Medan

3016 Words

Pagi itu rumah Eyang Nino sudah lebih dulu hidup sebelum matahari benar - benar tinggi. Rumah tua bergaya klasik itu selalu terasa tenang di pagi hari. Deretan jendela besar menghadap taman depan, dan ruang makan yang luas menjadi titik kumpul seperti biasa. Arsya turun dari lantai atas dengan kaus oblong sederhana dan celana santai. Rambutnya masih sedikit berantakan. Di meja makan, Eyang Nino sudah duduk rapi dengan kacamata baca di ujung hidungnya. Di sebelahnya ada Abang Arman yang sudah turun lebih dulu dari Arsya, serta Mas Dhannis yang sedang menuang kopi. "Mas Arsya jadi jam berapa berangkat ke bandara?" tanya Eyang Nino tanpa mengalihkan pandangan dari koran pagi yang dibacanya. "Jam sembilan, Yang. Penerbanganku jam dua belas siang," jawab Arsya sambil menarik kursi. "Masih s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD