Mau Ikut Adek

2706 Words

Malam semakin larut. Meja panjang yang tadi penuh dengan piring dan gelas kini mulai lengang. Beberapa sudah kosong, beberapa masih menyisakan saus dan remah kecil. Tawa belum benar - benar hilang, tapi energinya mulai turun, berganti dengan rasa kenyang dan puas. Salah satu teman Arman berdiri lebih dulu. "Eh foto dulu dong sebelum bubar! Ini momen bersejarah, bro!" "Bener! Jangan sampai cuma ada di ingatan doang," sahut yang lain. Kursi - kursi langsung bergeser. Suara gesekan kaki kursi terdengar bersahut - sahutan. Mereka berkumpul di satu sisi ruangan yang cukup lapang dengan latar belakang dinding bata ekspos dan lampu gantung hangat khas Milan Cafe. "Sya, tolong fotokan dulu kami," kata Arman. Arsya langsung berdiri sambil menerima beberapa ponsel yang disodorkan bergantian.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD