Jarum jam di ruang tengah rumah Eyang Nino di Kebayoran Baru sudah menunjuk lewat pukul empat sore ketika mobil yang dikendarai Arsya perlahan masuk ke halaman. Matahari Jakarta masih menyisakan cahaya keemasan yang memantul di kap mobil, membuat suasana sore itu terasa hangat dan tenang. Begitu mesin dimatikan, Arsya langsung menyadari sesuatu. "Itu mobil Bang Arman sudah ada," ucapnya pelan. Dede yang baru saja membuka sabuk pengaman ikut menoleh. "Berarti mereka sudah pulang duluan ya?" Arsya mengangguk. "Kayaknya nggak lama juga sih." Mereka turun dan berjalan melewati teras depan. Penjaga rumah yang biasa duduk di pos kecil dekat gerbang sedang berdiri merapikan sesuatu. "Mas, Bang Arman sama Tanti pulang jam berapa?" tanya Arsya. "Baru aja Mas, paling setengah jam yang lalu,"

