Malam Lamaran

2100 Words

Sejak pagi hari Arsya tidak ke mana - mana. Rumah terasa cukup sepi, suasananya bahkan lebih tenang dari biasanya. Tidak ada suara televisi dari ruang keluarga, tidak ada obrolan di dapur, hanya sesekali terdengar suara kendaraan lewat di depan rumah. Dede sedang koas sampai sore nanti, jadi mereka memang tidak membuat janji untuk bertemu siang ini. Arsya tahu jadwal Dede sedang padat, apalagi hari - hari koas memang jarang bisa diprediksi waktunya. Lagipula mereka sudah punya rencana untuk malam nanti. Arsya akan menjemput Dede setelah magrib. Mereka akan makan malam di sebuah restoran yang sudah ia pilih sejak beberapa hari lalu dan sudah dipesan mamanya. Tempat itu bukan hanya sekadar tempat makan biasa, melainkan tempat yang Arsya rasa cukup spesial untuk sebuah momen yang penting.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD