Baikan Lagi

1926 Words

Dede masuk ke sekolah dengan wajah apa adanya. Tidak ada usaha untuk menutupi hidung yang masih memerah sampai ke dahinya yang warnanya jelas berbeda. Tidak concealer, tidak foundation, tidak ada usaha menyamarkan apa pun. Ia jalan santai saja melewati lorong kelas, ransel disampirkan di satu bahu. Beberapa siswa menoleh. Ada yang berbisik kecil, ada yang cuma melirik sekilas lalu pura - pura tidak lihat. Wajar saja. Kejadian dua hari lalu masih hangat dibicarakan. Semua orang tahu, atau setidaknya merasa tahu. Tapi Dede tidak ambil pusing. Lagian pandangan mereka pun tidak terasa jahat, kok, lebih ke kasihan, malah ada yang menatap dengan ekspresi sungkan. Dede duduk di bangkunya, di sebelah Tanti. Baru saja ia menarik kursi, Edo sudah datang menghampiri. Wajah Edo kelihatan canggung da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD