Arman Mulai Curiga

2612 Words

Bangun dari tidur, Tanti merasa kepalanya pusing. Seperti ada beban berat yang menekan pelipisnya sejak semalam. Ia membuka mata perlahan, lalu kembali memejamkannya karena cahaya pagi yang menembus celah tirai terasa menyilaukan. Ia menghela napas panjang. Yang jelas, matanya masih bengkak sisa tangis semalam. Kelopak matanya terasa berat, perih, dan sedikit panas. Ia duduk perlahan di tepi tempat tidur, rambutnya terurai berantakan menutupi sebagian wajahnya. Beberapa detik ia hanya diam. Ia melihat ke kasur, khawatir ada yang tembus disana. Dari tengah malam tadi ia mendapatkan haid, untung ia sudah siap dengan pembalut karena memang sudah tanggalnya. ternyata aman. Lalu ia berdiri dan berjalan ke depan cermin. Begitu melihat pantulan dirinya sendiri, ia terdiam cukup lama. "Wah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD