Arman dan Tanti keluar dari rumah sakit melangkah lebih santai dibandingkan saat mereka datang, tangan mereka saling menggenggam erat tanpa banyak kata, seolah keduanya masih menyimpan perasaan yang sama, bahagia yang belum sepenuhnya bisa diungkapkan, tetapi terasa jelas di setiap langkah yang mereka ambil bersama. Mama Ana masih melanjutkan praktiknya sehingga tidak ikut pulang, sementara Mama Ida sempat menawarkan untuk mengantar, namun Tanti menolaknya dengan halus. "Aku jalan kaki saja, Ma, tinggal nyeberang aja, kok," ucap Tanti sambil tersenyum, berusaha meyakinkan. "Nggak capek nanti?" tanya Mama Ida, masih ragu. Tanti menggeleng pelan, "Cuma sekitar seratus meter aja, ma ... belum juga sempat keringatan, udah sampe." "Ya udah lah, hati hati nyeberang." "Iya," kata Tanti lalu

