Arsya pulang dari kampus tepat sekitar pukul dua belas siang, langkahnya santai saat membuka pintu apartemen, tubuhnya masih membawa lelah setelah dua jam mengikuti perkuliahan, tetapi begitu pintu terbuka dan ia melangkah masuk, indera penciumannya langsung menangkap aroma masakan yang hangat dan menggoda, membuat langkahnya otomatis melambat sesaat sebelum akhirnya tersenyum kecil. "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Arsya menutup pintu di belakangnya, meletakkan tas di sofa, lalu berjalan kearah Dede yang sedang mencuci perabot dapur yang barusan dipakainya. Dede memakai celemek hitam miliknya, rambutnya diikat satu, sementara di atas kompor terlihat panci berisi masakan yang masih mengepulkan uap tipis tapi apinya sudah mati. "Kok wangi kali, semur ya ini?" tanya Arsya sambil mend

