Coffee shop Rumah Sakit Royal Medan siang itu mulai terlihat ramai karena sebentar lagi waktunya makan siang. Beberapa meja sudah terisi oleh keluarga pasien, pasien rawat jalan yang sudah selesai berobat yang sedang beristirahat, dua dokter muda duduk di sudut sambil membuka laptop, dan seorang perawat antre memesan kopi sebelum kembali ke lantai atas. Aroma kopi dan makanan hangat bercampur dengan wangi pendingin ruangan yang sejuk. Di salah satu meja dekat kaca, Dede dan Tanti sudah duduk lebih dulu. Tidak lama kemudian Mama Indah datang bersama Mama Ana. Pertemuan itu terasa seperti janji yang sudah sangat terencaana, padahal dadakan. Ini mungkin pertama kali mereka makan berempat seperti ini. Mama Ana membuka percakapan sambil tersenyum lembut ke arah Tanti. "Tanti kapan datang?"

