"Audzubillahiminasyaitonirrojim!" Dede hampir menjatuhkan ponselnya saat pintu kamarnya terbuka mendadak tanpa ketukan. Jantungnya berdegup kencang. Ia benar - benar tidak menyangka ada yang masuk begitu saja. Di ambang pintu berdiri Tanti dengan wajah polos tanpa rasa bersalah. "Kau pikir aku setan?" "Memang kayak setan kau tahu - tahu muncul nggak pakai salam, nggak pakai apa. Malah niat kali ngaget - ngagetin aku," balas Dede sambil memegangi dadanya. Tanti bukannya minta maaf, malah tertawa lepas. Ia melangkah masuk lalu langsung memeluk Dede erat - erat. "Rindu kali lah aku sama kau, De." Dede yang awalnya kesal akhirnya ikut tersenyum. Pelukan itu terlalu tulus untuk ditolak. "Kapan kau datang? Kok nggak ngomong - ngomong?" tanya Dede sambil melepas pelukan. "Namanya juga ma

