Pukul sebelas lewat sedikit, mereka akhirnya keluar dari apartemen. Udara di luar terasa lebih panas dibandingkan pagi tadi. Langit Manchester terlihat cerah, meskipun angin dingin masih sesekali menyapa. Arsya berjalan di samping Dede dengan langkah yang tidak secepat biasanya. Kondisinya memang sudah lebih baik, tetapi belum sepenuhnya pulih. "Pokoknya aku mau makanan yang berkuah ya," gumam Arsya pelan. Dede menoleh. "Iya, nanti kita cari." Tujuan mereka mencari makanan berkuah yang kira - kira bisa diterima oleh perut Arsya. Namun, seperti yang sudah mereka pahami sejak awal tinggal di sana, pilihan makanan Indonesia di Manchester sangat terbatas. Tidak mudah menemukan rasa yang benar - benar familiar. Akhirnya, mereka memutuskan masuk ke salah satu restoran Asia fusion yang menye

