Berandai-andai

3033 Words

Pesawat yang membawa Arsya mendarat mulus di Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Begitu roda pesawat menyentuh landasan, ada rasa yang sulit dijelaskan di dadanya. Perjalanan dari Medan terasa singkat, tetapi kenyataan bahwa ia benar - benar sudah kembali ke Jakarta membuat semuanya terasa berbeda. Ini bukan sekadar perjalanan pulang. Ini awal dari fase baru lagi. Fase jarak. Begitu keluar dari pintu kedatangan, sopir Eyang Nino sudah berdiri rapi sambil tersenyum hormat. "Selamat datang, Mas Arsya." Arsya membalas senyum itu dan mengangguk. "Iya, Pak. Eyang sehat?" "Alhamdulillah sehat, Mas. Eyang sudah nunggu dari tadi, bang arman belum pulang?" "Abang hari Senin nanti." "O ..." Koper dimasukkan ke bagasi, dan mobil pun melaju meninggalkan bandara menuju rumah Eyang Nino di Kebayoran.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD