Di bawah pengawasan yang terang - terangan seperti ini, rasanya justru jauh lebih tidak nyaman. Seperti berada di dalam ruangan penuh dengan CCTV Arman sempat berpikir, mungkin lebih baik dia tidak tahu kehadiran Dhevi dan Anya, seperti yang dilakukan mamanya dan tante Indah waktu saat lamaran Arsya waktu itu. Setidaknya kalau diam - diam, ia masih bisa berpura - pura tidak sadar dan bisa sedikit santai. Tapi sekarang? Setiap kali matanya tanpa sengaja melirik ke arah meja di belakang Tanti, yang ia lihat selalu sama , Anya dan Dhevi. Mereka berdua duduk santai sambil memperhatikan. Arman tidak tahu bagaimana mereka bisa memilih meja yang tepat, pemandangan mereka langsung tertuju ke mejanya dan Tanti. Dan begitu mata mereka bertemu, keduanya langsung tersenyum … bahkan Dhevi beberapa

