Pamer Cincin

3021 Words

Beberapa menit setelah momen lamaran itu selesai, suasana di meja mereka masih dipenuhi ucapan selamat dari orang - orang yang mejanya ada di dekat mereka. Padahal tidak saling kenal hanya ikut bahagia saja melihat mereka .Tanti masih sesekali melihat cincin di jarinya ia seperti belum benar - benar percaya. Sementara Arman masih berusaha menetralkan detak jantungnya sendiri yang sejak tadi belum sepenuhnya tenang. Tapi di antara mereka ada satu orang yang tidak bisa diam. Dhevi. Sejak tadi, ia sudah sibuk dengan ponselnya, jarinya bergerak cepat untuk memilih foto terbaik yang hendak dipilihnya. Dia perlu mengedit sedikit agar lebih jelas dan tanpa banyak pertimbangan lagi, 'klik' .. Foto itu terkirim langsung ke grup keluarga besar Pratomo. Itu bukan sekadar foto biasa, tapi foto ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD